Pasuruan, — Keberadaan warga Indonesia di Malaysia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan perguruan tinggi, terutama dalam membuka ruang pendidikan, pengembangan kapasitas, dan pemberdayaan generasi muda.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan silaturahmi dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM), Muhammad Aditya Syah dan Mochammad Fachry, ke Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia di Kuala Lumpur, Senin, 24 Agustus 2026
Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi dengan Wakil Ketua Tanfidziyah PCINU Malaysia, Nur Alamin, mengenai kondisi masyarakat Indonesia di Malaysia, peran PCINU, serta peluang kolaborasi antara organisasi masyarakat dan perguruan tinggi.
Aditya mengatakan, pertemuan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya membangun jejaring dengan organisasi yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat Indonesia di luar negeri.
“Silaturahmi ini membuka banyak perspektif bagi kami. Ada banyak potensi yang bisa dipertemukan, khususnya dalam pendidikan, kepemudaan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan kapasitas generasi muda,” ujar Muhammad Aditya Syah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/08/2026).
Menurutnya, jejaring PCINU Malaysia dapat menjadi salah satu pintu bagi perguruan tinggi untuk memahami kebutuhan masyarakat Indonesia di Malaysia secara lebih dekat.
“PCINU Malaysia memiliki jejaring yang kuat di tengah masyarakat Indonesia di Malaysia. Kami melihat ini sebagai potensi yang sangat baik untuk membangun hubungan kemitraan ke depan, sehingga PCINU dapat menjadi salah satu mitra strategis UM dalam menjalankan berbagai program di Malaysia,” katanya.
Sementara itu, Nur Alamin mengatakan tantangan dalam mendampingi masyarakat Indonesia di Malaysia memiliki karakter yang berbeda dengan kondisi di Indonesia.
“Menguatkan peran NU di Malaysia tentu tantangannya berbeda dengan di Indonesia. Kondisi masyarakat, lingkungan, serta ruang geraknya memiliki karakter tersendiri. Karena itu, diperlukan pendekatan yang sesuai dengan konteks masyarakat Indonesia di Malaysia,” ujar Nur Alamin.
Lebih lanjut, Ia menegaskan kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas kontribusi bagi masyarakat Indonesia di Malaysia, terutama melalui program pendidikan, kepemudaan, dan pengembangan kapasitas.
Pertemuan tersebut turut membahas peluang pengembangan program bersama antara UM dan PCINU Malaysia. Bentuknya dapat mencakup seminar dan diskusi, kegiatan kepemudaan, pengabdian masyarakat, hingga program internasional yang melibatkan mahasiswa.
Bagi FIS UM, jejaring tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan sosial masyarakat Indonesia dalam konteks lintas negara. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus implementasi pengabdian kepada masyarakat.
Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi antara Universitas Negeri Malang dan PCINU Malaysia serta melihat peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Bagi Aditya dan Fachry, keterlibatan mahasiswa dalam membangun jejaring dengan organisasi masyarakat Indonesia di luar negeri merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi, sehingga keberadaan mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik, tetapi juga dapat hadir menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia di mana pun mereka berada.(Ich)
