Pasuruan, -- Pemerintah Kota Pasuruan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perikanan. Salah satunya melalui pelatihan teknis bagi pelaku usaha perikanan yang digelar selama tiga hari, 13–15 Agustus 2026, di Sidoarjo.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Pasuruan tersebut menyasar berbagai kelompok pelaku usaha, mulai dari pembudidaya ikan air tawar, petambak air payau, pengolah dan pemasar hasil perikanan, hingga nelayan. Sebanyak 200 peserta yang mengikuti pelatihan yang terbagi empat kelompok yang masing-masing 50 orang
Materi pelatihan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing bidang. Peserta pembudidaya mendapatkan pembekalan pembenihan ikan lele, petambak bandeng mengikuti materi pengelolaan tambak tradisional, sementara pengolah dan pemasar dibekali teknik diversifikasi produk hasil perikanan.
Adapun para nelayan mendapatkan materi mengenai pengelolaan sistem rantai dingin atau cold chain system, khususnya dalam menjaga mutu dan kesegaran hasil tangkapan setelah ikan didaratkan.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Pasuruan, Muallif Arif, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha.
“Pelatihan ini kami berikan sesuai bidang usaha masing-masing, sehingga peserta mendapatkan keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam kegiatan perikanan,” ujar Muallif saat dikonfirmasi, Jum'at 28 Agustus 2026.
Mualif menegaskan bahwa sumber anggaran kegiatan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026.
"Anggarannya dari DBHCHT tahun 2026, kami menggandeng kejaksaan negeri Kota Pasuruan dalam pendampingan," imbuhnya
Untuk sektor budidaya air tawar, sebanyak 50 pembudidaya ikan mengikuti pelatihan pembenihan lele. Peserta mendapatkan materi terkait proses produksi benih serta berbagai teknik yang diperlukan dalam kegiatan pembenihan.
Sementara itu, sebanyak 50 petambak bandeng Kota Pasuruan mengikuti pelatihan pengelolaan tambak tradisional. Materi yang diberikan diarahkan pada kebutuhan teknis yang dihadapi petambak dalam menjalankan usaha di lapangan.
Tidak hanya sektor produksi, Pemkot Pasuruan juga memperhatikan pengembangan produk hasil perikanan. Sebanyak 50 pengolah dan pemasar binaan mengikuti pelatihan diversifikasi olahan hasil perikanan.
Pelatihan tersebut diharapkan mendorong pelaku usaha menciptakan lebih banyak variasi produk berbahan dasar hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Analisis Akuakultur Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Pasuruan, Septa, menjelaskan bahwa pembagian materi dilakukan berdasarkan karakteristik usaha peserta agar pelatihan lebih tepat sasaran.
“Untuk air tawar, kami memberikan materi pembenihan lele bagi 50 pembudidaya. Sedangkan air payau, materinya pengelolaan tambak tradisional untuk 50 petambak bandeng Kota Pasuruan,” kata Septa.
Di sektor penangkapan ikan, sebanyak 50 nelayan Kota Pasuruan mengikuti pelatihan pengelolaan sistem rantai dingin. Materi tersebut menitikberatkan pada penanganan hasil tangkapan sejak ikan didaratkan hingga siap masuk dalam proses distribusi dan pemasaran.
Menurutnya, penerapan cold chain system dinilai penting karena kualitas dan kesegaran ikan sangat dipengaruhi oleh penanganan pascapanen. Dengan pengelolaan suhu yang tepat, mutu hasil tangkapan dapat dipertahankan sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.
“Untuk nelayan, pelatihan pengelolaan sistem rantai dingin diikuti 50 orang. Mereka dibekali pengetahuan mengenai penanganan hasil tangkapan agar kualitasnya tetap terjaga,” ungkap Septa.
Pemkot Pasuruan berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas usaha masyarakat. Selain memperkuat keterampilan teknis, pelatihan juga diharapkan membuka peluang pengembangan usaha dan meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perikanan, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengolahan, kualitas hasil, hingga pemasaran. Dengan sumber daya manusia yang semakin kompeten, sektor perikanan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Pasuruan. Ich)
