Mahasiswa Pasuruan Gelar Aksi Solidaritas Buntut Kematian Pelajar di Tual Hingga Desak Kapolres Teken Pakta Integritas.


Pasuruan — mediarakyatnusantara.online,- Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan (BEMPAS) Raya menggelar aksi di halaman Polres Pasuruan Kota. Mereka mengutuk tindakan represif Polri yang telah menghilangkan nyawa masyarakat sipil.

Mereka juga membawa foto korban kekerasan yang dilakukan oknum anggota polisi tersebut serta membawa poster maupun benner bertuliskan tuntutan mahasiswa. Sebagai bentuk simpati para mahasiswa ini menaburkan bunga di depan foto tersebut.

Dalam aksinya mahasiswa menuntut penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Kerakyatan di hadapan massa. Agar dikemudian hari tidak terulang kembali, isi dari pakta integritas tersebut ada 4 poin, antara lain: 

1. Mendukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Mendukung dan mendesak proses pidana maksimal bagi oknum aparat penganiaya pelajar di Tual, Maluku, dan lainnya sebagai bentuk nyata bahwa hukum tidak tumpul ke atas.

2. Menolak Narasi "Oknum" yang Bersifat Melindungi: Mengakui bahwa segala bentuk kekerasan aparat adalah kegagalan sistemik yang harus dibenahi melalui reformasi kultural di tubuh Polri secara menyeluruh.

3. Menjamin Ruang Aman di Pasuruan Kota: Menjamin secara penuh bahwa Polres Pasuruan Kota akan bertindak humanis, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan tidak akan melakukan tindakan represif terhadap setiap gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil di wilayah hukum Pasuruan Kota.

4. Transparansi & Akuntabilitas: Terbuka terhadap kritik dan evaluasi terkait proses pelayanan publik serta penegakan hukum guna membersihkan institusi dari praktik-praktik yang merugikan rakyat.

Koordinator Lapangan (Koorlap) M. Qommaruddin , mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap sejumlah kekerasan yang melibatkan oknum anggota polisi di beberapa daerah. Mereka mencatat terdapat sejumlah korban meninggal dunia akibat kekerasan tersebut. 

Terakhir korban diketahui berinisial AT (14) siswa MTSN Maluku Tenggara yang meninggal akibat dipukul oleh anggota Brimob Bripda Mesias Siahaya menggunakan helm taktikal.

"Aksi simpatik ini merupakan bentuk rasa duka kami kepada sahabat-sahabat kami yang menjadi korban tindakan represif oknum anggota Polri," ujar Qommaruddin, Kamis (5/3/2026). 

Meski kasus tindakan represif tidak terjadi di Kota Pasuruan, mahasiswa ingin mengingatkan kembali Polri agar tidak melakukan tindakan represif kepada masyarakat sipil. Sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Selama ini Aliansi BEM Pasuruan Raya menilai Polri belum dapat menjalankan tugas sebagai pengayom yang baik untuk masyarakat. Terbukti dengan berbagai macam kasus kekerasan Polri terhadap masyarakat yang masih terjadi.

"Kami menilai polisi masih belum humanis. Melihat masih ada tragedi kekerasan yang dilakukan Polri," jelasnya.

Ketua BEM Pasuruan, M. Ubaidillah Abdi mengungkapkan para mahasiswa ini menuntut hasil konkret reformasi Polri baik secara struktural dan instrumental. Sehingga Polri dapat menjalankan tugas yang sebenarnya sebagai pengayom masyarakat.

"Kami juga meminta segala kasus hukum yang melibatkan Polri harus diselesaikan secara transparan. Termasuk kasus represif Polri terhadap masyarakat sipil," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly mengucapakan terima kasih atas kegiatan audensi atau penyampaian aspirasi pada hari ini bisa berjalan dengan tertib, bisa berjalan dengan lancar.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, yang hari ini menyampaikan aspirasi dengan tertib meskipun dalam kondisi melaksanakan ibadah puasa. Ini menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap daerah kita. Aspirasi adik-adik ini tentunya sangat berharga dan sangat penting bagi kami. Masukan-masukan dari masyarakat merupakan suatu hal yang positif untuk kami." ucap AKBP Titus Yudho Uly dihadapan para mahasiswa 

Ia, juga menegaskan tentunya apa yang sudah menjadi komitmen, yang tadi kita sama-sama tanda tangani, akan kita jalankan dengan sebenar-benarnya dan setulus hati.

"Mari bersama-sama kita menjaga situasi Kamtibmas di Pasuruan ini, semoga bisa terjalin baik dan selalu kondusif. Saya mendoakan agar adik-adik diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang banyak serta yang belum lulus cepat lulus kuliah." ungkap AKBP Titus Yudho Uly

Aksi mahasiswa kemudian ditutup dengan doa bersama menjelang magrib. Massa membubarkan diri secara tertib.

"Alhamdulillah, aksi hari ini berlangsung aman dan tertib. Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang menyampaikan pendapat dengan damai. Tolong berikan masukan ke kami jika memang ada yang perlu disampaikan, sampaikan saja, tidak ada masalah. Kita sifatnya selalu terbuka, selalu menerima masukan, kritik, dan saran. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." tutup AKBP Titus Yudho Uly (Ich)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak