UMAT ISLAM SIAP BELA JUSUF KALLA by M Rizal Fadillah


Bandung, - mediarakyatnusantara.online, - Pelaporan polisi atas mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) oleh aktivis Kristen dinilai berlebihan dan dapat mengundang reaksi umat Islam. GAMKI, MUKI, API, Horas Bangso Batak, dan lainnya telah melaporkan JK ke Polda Metro Jaya. Pidato JK yang menyinggung konflik berdarah Poso dan Ambon mengingatkan prinsip "syahid" kedua agama Islam dan Kristen. 

Ceramah di Masjid UGM tersebut, sebagaimana klarifikasi dari pengacara JK, sama sekali tidak mengandung atau dimaksudkan untuk menghina atau menodai agama Kristen. Di samping secara obyektif JK menjelaskan prinsip yang dipegang oleh kedua agama, juga konteksnya adalah konflik berbasis agama khususnya di Poso dan Ambon. Lagi pula posisi JK adalah sebagai juru damai saat itu. Malino I dan Malino II sebagai saksi. 

Ta'mir Masjid UGM pun telah memberikan klarifikasi untuk meminta agar semua pihak melihat isi ceramah itu secara utuh dan bukan sekedar mereaksi atas penggalan video. Somasi untuk klarifikasi memang lebih baik. Laporan Polisi oleh elemen Kristen dapat memperkeruh situasi. Umat Islam berhak pula menilai bahkan membela.

Ceramah JK di Masjid UGM justru mengingatkan bahayanya jika agama menjadi dasar konflik sosial dan politik. Penganut agama apapun siap mati untuk membela agama dan keyakinannya itu. Ini wajar dan proporsional. Itulah yang terjadi di Poso dan Ambon. JK sebagai juru damai berbagi pengalaman dan antisipasi agar tidak ada konflik agama lagi ke depan. 

Baiknya elemen Kristen menarik kembali Laporan Polisinya itu. Jika tidak dan berlanjut, maka dapat menimbulkan friksi lebih besar yang tidak hanya pada tataran individual. Komunitas muslim siap untuk membela JK nantinya. Ini sangat beralasan, karena :

Pertama, ceramah JK itu di dalam Masjid UGM artinya di dalam komunitas Muslim sendiri. Menyerang ceramah di area sakral relatif sensitif jika tanpa alasan yang benar.

Kedua, bagian ceramah tidak ditujukan pada pandangan keagamaan satu agama, melainkan keduanya Islam dan Kristen. Konflik Poso dan Ambon memiliki semangat sama pada masing-masingnya yaitu rela mati dan mematikan demi agama.

Ketiga, sebagaimana klarififikasi, tidak ada motif atau niat untuk menghina atau menodai agama Kristen. JK tidak sepicik itu, bahkan pada komunitas muslim ia nengingatkan rawan dan bahayanya konflik berbasis keyakinan keagamaan. Konstruktif saja. 

Jika elemen Kristen terus memperpanjang urusan "JK di Masjid UGM" ini dan tidak mencabut laporannya, jangan salahkan umat Islam untuk berjibaku membela JK di lapangan apapun termasuk proses hukum.

Poso dan Ambon dapat membangkitkan semangat jihad dan syahid umat Islam. JK adalah bagian dari tokoh Islam yang berjasa dalam perdamaian. 

Elemen Kristen jangan cari gara-gara lagi.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Bandung, 14 April 2026

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak