Ketua LSM Cakra Berdaulat Apresiasi Rotasi Pejabat oleh Wali Kota Pasuruan, Jangan Terjebak Mentalitas.


Pasuruan, — mediarakyatnusantara.online,- Ketua Umum LSM Cakra Berdaulat Pasuruan, Imam Rusdian , memberikan apresiasi kepada Walikota Pasuruan, Adi Wibowo dan Wakil Walikota M. Nawawi atas langkah strategis melakukan rotasi dan mutasi 138 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Direktur PDAM di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, pada Kamis 30 April 2026.

Menurut Imam Rusdian, kebijakan tersebut merupakan langkah yang telah melalui pertimbangan matang dan sesuai prosedur demi penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja aparatur.

“Langkah ini sudah dimatangkan oleh Walikota dan Wakil Walikota. Rotasi dan mutasi adalah hal wajar dalam pemerintahan untuk mempercepat pembangunan serta pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Imam, Jum'at (1/5/2025).

Dalam rotasi tersebut, sejumlah pejabat eselon IIa dan IIb mengalami pergeseran posisi. Di antaranya:

1. Rudiyanto, AP, MM: Staf Ahli Sosial Budaya dan Sumber Daya Manusia.

2. Ir. Sahari Putro, MM: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana.

3. Ir. Yudie Andi Prasetya, M.Si: Kepala Dinas Sosial.

4. Siti Rochana, ST, M.SI: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

5. Lucky Danardono, A.P., M.M.: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

6. Kokoh Arie Hidayat, SE, S.Sos, MM.: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah. 

Selain itu, rotasi juga dilakukan pada sejumlah posisi Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam) hingga kasi Kelurahan, antara lain:

*. Faishal Nizarsyah, ST, MT, M.AP: Sekretaris Inspektorat pada Inspektorat.

*. Muhammad Faruq, S.SI, MM: Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah.

*. Meirina Gina Adriana, SH, MH: Kepala Bidang Statistik pada Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.

*. Lutfi Effendi, S.Sos, MM: Inspektur Pembantu Khusus pada Inspektorat.

*. Drs. Agus Andrijono: Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset.

*. Iman Agung Hariyanto, SE: Kepala Sub Bidang Pemanfaatan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset.

*. Arif Brillianto, ST, M.Eng: Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah.

*. Erwin Abdulloh Mufti, ST, MM: Kepala Bidang Perekonomian dan Infrastruktur pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah.

*. Hendriyanto Heru Prabowo, SE, M.M.: Kepala Bidang Pelayanan Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Daerah.

*. Sugeng Heri Dwiyono, ST, M.M.: Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

*. Agus Wibowo, AP, MM: Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa & Politik.

*. Hermanto, SE, M.M.: Sekretaris Dinas Perhubungan.

*. Iman Hidayat, SH, MM: Camat Panggungrejo pada Kecamatan Panggungrejo.

*. Hariyono, S.Sos: Kepala Bidang Pelindungan Masyarakat pada Satuan Polisi Pamong Praja.

*. Purbo Setiyono, S.Kom: Sekretaris Kecamatan Panggung pada Kecamatan Panggungrejo.

*. Mohammad Rusmin Noeryadin, S.STP, ММ: Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Daerah.

*. Luluk Isnawati, S.E, M.M.: Kepala Bagian Umum dan Keuangan pada Sekretariat DPRD.

*. Yanti Sri Wulanyuni, SH, MM: Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

*. Fitri Iswarida, SH, MH: Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

*. Sartika Fitria Lestari, S.Kom, MM: Kepala Bidang Kearsipan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, hingga dr. Rahmat Sakur sebagai Kepala UPT Puskesmas Kandangsapi.

Imam menegaskan bahwa rotasi dan mutasi adalah bentuk penyegaran organisasi pemerintahan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan.

“Kami mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat yang dilantik. Semoga amanah dan mampu membawa perubahan positif bagi Kota Pasuruan imbuhnya.

Hal senada dilontarkan oleh aktivis muda, Musa Abidin. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan kekuasaan di dalam birokrasi.

“Penyegaran jabatan adalah bagian dari mekanisme check and balances. Ketika seseorang terlalu lama di satu posisi, risiko penyalahgunaan kewenangan meningkat. Rotasi menjadi cara untuk mencegah stagnasi dan potensi penyimpangan,” katanya.

Lebih lanjut, Musa mengingatkan bahwa keberhasilan mutasi tidak diukur dari siapa yang menduduki jabatan, melainkan dari dampak kinerjanya untuk masyarakat.

“Publik tidak melihat nama pejabatnya. Yang dirasakan adalah kualitas layanan, apakah lebih baik, transparan, dan responsif. Itu yang menjadi tolok ukur di mata publik,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat akan menilai dari hasil nyata di lapangan, mulai dari kemudahan perizinan, kelancaran layanan air PDAM, hingga peningkatan kualitas pendidikan. “Pada akhirnya, kinerja dan pelayanan yang jadi ukuran sesungguhnya,” ujarnya.

Meski dinilai sah secara prosedural, pengawasan publik tetap menjadi elemen penting. Terutama dalam memastikan kesesuaian antara kompetensi, pangkat, dan jabatan yang diemban, khususnya pada posisi-posisi strategis yang berperan dalam pengambilan kebijakan dan pengelolaan anggaran.

Mereka juga mengingatkan agar para pejabat tidak terjebak dalam mentalitas “Asal Bapak Senang” (ABS), karena hal itu justru dapat menjerumuskan dan merugikan kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota.

“Jangan ada lagi laporan bagi Walikota dari pejabat yang condong “Asal Bapak Senang (ABS)” karena justru mencederai atau menjerumuskan bagi Walikota dan Wakil Walikota," tegasnya 

Sinergi ini penting agar roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat bisa berjalan lancar, sejalan dengan RPJMD Kota Pasuruan dan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Terakhir, Ketua Umum LSM Cakra Berdaulat mengajak seluruh masyarakat Kota Pasuruan untuk ikut serta mengawal dan mengawasi jalannya pemerintahan.

Pesan ini sejalan dengan ajakan Walikota yang tidak ingin “berjalan sendiri”, melainkan membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

“Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk bersama-sama berkontribusi aktif dan turut serta dalam pembangunan Kota Pasuruan,” tutup Imam. (Ich)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak