QURBAN ITU IBADAH BUKAN ATRAKSI POLITIK by M Rizal Fadillah


Bandung- mediarakyatnusantara.online, - Historis qurban adalah perintah kepada kedua putera Nabi Adam As, Qabil dan Habil. Qurban Habil dierima karena menjalankannya dengan ikhlas dan penuh ketakwaan, sedangkan Qabil ditolak karena sebaliknya. Qurban itu kegiatan ibadah untuk mendekatkan diri kehadirat Allah SWT. 

Begitu juga dengan Qurban hewan kambing (qibas) sebagai pengganti Ismail As yang diperintahkan Allah untuk disembelih oleh Ibrahim As, ayahnya. Ada nilai keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan atau ibadah. Ibrahim As dan keluarga Adam As berqurban bukan untuk kepentingan duniawi apalagi atraksi politik.

Berbeda dengan "Qurban Prabowo" sejumlah 1098 ekor sapi kemarin ternyata diketahui itu bukan dana pribadi tetapi APBN. Menurut Jubir Partai Gerindra itu dana Bantuan Kemasyarakatan.  Menteri Keuangan Purbaya sendiri menyatakan tidak tahu menahu. Jadi ini Qurban dana yang perlu klarifikasi.

Dengan kata lain itu bukan hewan qurban tetapi hewan bantuan dana APBN. Yang masuk surga bukan Prabowo atau Prasetyo tetapi APBN. Kalau Prabowo mempersonifikasi diri dengan APBN maka ia telah mencuri atau korupsi uang negara untuk menguntungkan orang lain. Qurban hanya alat dan bisa saja 100 milyar itu juga hasil mark up.

Benar pandangan bahwa qurban itu bersifat individual bukan institusional. Karenanya seseorang yang tidak mampu boleh tidak menyembelih. Dapat pula berqurban atas nama satu keluarga. Yang tidak boleh adalah jika beli sapi dana APBN tetapi klaim bahwa itu qurban Prabowo. Menipu sesama dan menipu Allah.

Sapi itu hewan yang dapat menyeret ke kasus korupsi. Ingat Menteri Luthfi Ishaak dan Bachtiar Chamsah dahulu. Apakah sapi qurban sekarang harus menyeret Mensesneg Prasetyo bahkan Prabowo ?  Atau Prabowo beralibi sedang piknik ke Paris sehingga tidak tahu menahu soal 1098 sapi qurban ? Kita dengar penjelasan yang tidak jelas dari Teddy nanti dari Paris.

Dugaan atraksi politik Prabowo atau partainnya mungkin saja terjadi. 1098 angka "mistik" yakni tahun 2029 no 8 lagi. 8 diakui sebagai nomor keberuntungannya. Sejak di militer Prabowo dipanggil dengan sandi 08. Menjadi Presiden ke 8 menambah keyakinan. Tapi siapa tahu gara gara memainkan agama, maka 1098 adalah angka yang bakal menjerumuskannya. Bukankah tahun 1998 terjadi peristiwa naas yang telah menimpanya ?Prabowo dipecat dari tentara !.

Qurban adalah ibadah bukan sarana kampanye untuk  memenuhi ambisi. Jangan paketkan dengan MBG dan KMP. Setelah dagang nasi, lalu koperasi, kini dagang sapi. Jika itu atraksi politik dagang sapi maka nanti rakyat akan membuat opsi untuk kebaikan negeri, yaitu korbankan Prabowo, sembelih kekuasaan Prabowo dan Gibran.

Ini merupakan paket hemat. Pahe he he he.,

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 27 Mei 2026

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak