Audensi Terkait MBG di Kota Pasuruan, Forum Suropati Kutho: Kami Sangat Kecewa Ketua Satgas dan Koordinator SPPG Tidak Hadir.


Pasuruan, -- mediarakyatnusantara.online,- Forum Suropati Kutho mendatangi gedung DPRD Kota Pasuruan dengan agenda audensi terkait banyaknya temuan tentang program Makan Makanan Bergizi (MBG), seperti tidak layaknya makanan yang diberikan kepada para siswa hingga dugaan adanya permainan anggaran.

‎Selain dihadiri Ketua Forum Suropati serta anggotanya sembilan orang (tim investigasi) dalam audensi tersebut juga dihadiri Ketua Komisi l, Yanuar Priambada ddidampingi, sekretaris komisi l, Rizky Asmarani Hasani Putri, danggora Dedy Tjahjo Poernomao, H. Akhmad Rifai, Abdullah Junaedi, Ismu Hardiyanto dan Andri Setyani


Turut hadir dalam kegiataan, perwakilan dari dinas pendidikan yang diwakili sekretaris pendidikan, Arif, perwakilan dinas kesehatan, perwakilan dinas lingkungan hidup dan dinas pekerjaan umum. 

Ketua Forum Suropati Kutho, Achmad Nucham menjelaskan bahwa timnya yang terdiri sembilan orang tersebut sangat mendukung program yang diprakasai pak Presiden Prabowo. Namun fakta dilapangan ditemukan adanya carut marut tentang jalannya program Program MBG di Kota Pasuruan dan juga syarat akan adanya indikasi monopoli anggaran, meski pihaknya tidak mau masuk ke dalam soal penganggaran. 

‎ “Ada beberapa temuan adanya menu MBG yang tidak layak, salah satunya ada ulat di buah naga, roti berjamur, nasi yang basi, buah yang masih mentah dan bahkan ada menu lontong utuh sama kerang, memang ada unsur gizinya tapi makanan sangat tidak layak diberikan ke anak," ujar Nuchan di forum audensi, Selasa (14/4/2026)

Nuchan menegaskan sebelum audensi dengan DPRD, pihaknya sudah pernah melakukan audensi dengan ketua satgas dalam hal ini sekretaris daerah (Sekda), Rudiyanto dan pernah juga dengan Dandim 0819/ Pasuruan. 

"Saat audensi sama Sekda, kami dimintai bukti temuan menu yang tidak layak tersebut. Karena kami tidak membawanya akhirnya hasilnya nihil. Saat ini kami membawa bukti ketua Satgas tidak hadir, koordinator SPPG maupun SPPG yang ada di kota Pasuruan tidak ada satupun yang hadir. Kami sangat kecewa," cetusnya

Ketua komisi l mengungkapkan bahwa kami sudah melayangkan surat undangan kepada koordinator BGN cabang Jember, Satgas MBG, Koordinator SPPG tingkat Kota dan Kecamatan. 

"Kami sudah layangkan undangan kepada mereka semua untuk hadir dalam audensi hari ini. Bahkan OPD terkaitpun kami undang, tapi beliau tidak bisa hadir, gimana lagi." ujar Yanuar diahadapan para audeni.

Perwakilan Suropati, Rusli mengungkapkan bahwa dapur SPPG yang ada di jalan Sunan Ampel sangat tidak layak. 

"SPPG tersebut kami nilai tidak layak, yang mana trotoal yang semestinya dipakai untuk pejalan kaki digunakan parkir karyawan dan mobil pengantar menu MBG. Bahkan disitu tampak bekas sampahnya dibiarkan di trotoar yang dekat dengan mobil tersebut," paparnya

Ia juga menambahkan bahwa ada juga dapur SPPG yang dinilai berkualitas seperti dapur SPPG Polres Pasuruan Kota. 

"Menu MBG yang disajikan SPPG Polres Kota itu layak, dan disitu dituliskan harga satuan mulai buah sampai ikannya, jadi wali murid tidak berasumsi kemana mana. Bahkan wali murid meminta kepada kami untuk pindah ke SPPG polres disekolahannya," imbuhnya

Selanjutnya, anggota komisi l, H. Junaidi mengatakan program ini akan berjalan dengan baik, apabila semua stakeholder menjalankan tupoksinya masing-masing dengan baik. 

"Saya yakin, ketika semua menjalankan tugasnya sesuai aturan, program ini pasti berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat," tegasnya

Sementara itu, dari dinas Pendidikan diwakili sekretaris dinas pendidikan, Arif menjelaskan bahwa sekolah yang melaporkan menu mbg yang tidak layak, pihaknya pasti memanggil dapur SPPG nya. 

"Kami selalu memberikan himbauan kepada kepala sekolah, apabila ada temuan menu MBG yang tidak layak segera kordinasi dengan dinas. Kami segera mengumpulkan semua SPPG yang ada, agar tidak terjadi seperti itu di SPPG lainnya," terangnya. 

Disisi lain, perwakilan dari dinas kesehatan mengatakan bahwa SPPG yang ada di kota Pasuruan sekarang ada sekitar 23 dapur SPPG. 

"Ada 20 dapur SPPG yang sudah berjalan, dan yang tiga baru minggu ini mendatangi kantor dinas kesehatan untuk disurvei layak tidaknya, " ungkapnya

"Saat disurvei semua dapur tertata rapi dan sesuai aturan, tapi kemudian beberapa hari jalan, ya kami tidak tahu. Apabila ada laporan dari kami hanya bisa memberikan pembinaan tidak bisa memutuskan. Fungsi kami hanya di pengawasan dan pembinaan," imbuhnya. 

Forum Suropati Kutho merasa kecewa, kami akan melakukan audensi kembali, apabila ditemukan menu tidak layak dan ketua Satgas MBG (Sekda) harus hadir, karena mereka yang tanggungjawab atas pengawasan dapur MBG. 

Harapannya, kedepan akan ada pembenahan terkait kelayakan menu yang disajikan dan bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus kedepannya bisa memberikan MBG berkualitas dan lebih baik. (Ich)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak