TIDAK SEGERA DITANGKAP ? LAPOR COMMITTEE AGAINST TORTURE (CAT) by M Rizal Fadillah


Peristiwa penyiraman air keras aktivis HAM Andrie Yunus nenandai aksi kekerasan terkait rezim akhir-akhir ini. Sebelumnya terjadi pembunuhan atas pegiat anti korupsi Ermanto Usman tanpa kejelasan tuntasnya penanganan. Kesulitan karena di lokasi tidak ada CCTV. Kini dalam kasus Andrie Yunus jelas ada CCTV dengan dugaan pelaku yang mengendarai motor. Terang benderang wajahnya. Masih sulit juga ?

Dahulu waktu kasus penyiram air keras Novel Baswedan pelakunya adalah 2 pengendara motor anggota Polisi aktif. Demikian juga dalam peristiwa pembunuhan 6 anggota laskar FPI pelaku yang diadili juga 2 anggota Polisi aktif. Unik di negeri ini pelaku kejahatan itu ternyata  Polisi. Adakah pembunuh Ermanto dan peyiram air keras Andrie Yunus itu juga Polisi ?

Aksi kekerasan terhadap aktivis ini mendapat perhatian serius. Menteri HAM Pigai bersuara mengecam, Menko Yusril Mahendra minta agar aktor intelektual diungkap. Komnas HAM dan tokoh-tokoh ikut mendesak Polri agar serius. Serangan kepada aktivis adalah kejahatan HAM sekaligus pelanggaran demokrasi. OHCHR PBB prihatin dan Komisi III DPR siap mengawal.

Di tengah petunjuk yang jelas dan perhatian yang besar, serta kejadian tergolong mengerikan, maka tidak seharusnya Kepolisian mengendapkan kasus tersebut berlama-lama. Siapapun pelaku dan aktor dibelakang peristiwa ini harus segera diungkap. Jangan sampai tuduhan justru terarah kepada penguasa atau terkualifikasi sebagai tindak kejahatan aparat.

Bila lambat proses penangkapan maka atas dugaan keterlibatan aparat, maka pihak berkepentingan dapat mengadukan ke lembaga internasional seperti Committee Against Torture (CAT) yang antara lain berfungsi "received and examines complaints from individuals claiming to be victims of torture by state party". Adanya perhatian dari OHCHR PBB cukup mendukung bagi proses lanjutan.

Langkah ini dapat juga sebagai upaya preventif dari ancaman pemerintah yang akan menindak pengamat atau aktivis yang kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Prabowo menunjukkan sikap arogan dan anti ktitiknya dengan "akan menertibkan pengamat" yang kritis. Menurutnya ia telah dapatkan data intelejen untuk itu. 

Sinyal bahaya kerja Prabowo yang bersiap kembali ke habitatnya.

Sebaiknya selesaikan kasus penyiraman air keras atas Andrie Yunus. Publik menilai bahwa hal ini tidak terlalu rumit. Intel Kepolisian kita mampu untuk melacak dan menangkap pelaku. Yang agak berat adalah mencari dalang. Biasa perencanaan rekayasa cukup matang dalam plan A, plan B, dan seterusnya. Teror seperti ini tidak boleh dibiarkan atau dianggap biasa. Misi sesungguhnya gagal, ada CCTV di luar dugaan yang bakal membongkar.

Polisi profesional mudah untuk mengatasi kasus keji seperti ini. 

Tidak akan berlama-lama.


*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 16 Maret 2926

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak