Bekasi – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2026, dua tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi menggelar diskusi produktif sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan kondusivitas di tengah masyarakat.
Pertemuan tersebut mempertemukan Bapak Syaiful Nyamat, tokoh masyarakat Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, dengan PSF. Parulian Hutahaean, Ketua Umum MAPAN Indonesia. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta menghasilkan berbagai gagasan positif demi terwujudnya pesta demokrasi desa yang aman, damai, dan bermartabat.
Kedua tokoh menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar ajang memilih pemimpin desa, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kedewasaan berdemokrasi di tengah masyarakat.
Menurut mereka, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah warga.
_"Pilkades harus menjadi pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan menjadi ruang perpecahan. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan masyarakat yang harus dihormati bersama,"_ menjadi semangat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
PSF. Parulian Hutahaean menyampaikan bahwa seluruh komponen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif sehingga proses demokrasi dapat berjalan tanpa intimidasi, konflik, maupun gesekan sosial.
Sementara itu, Syaiful Nyamat mengajak seluruh warga Desa Sumberjaya khususnya, dan masyarakat Kabupaten Bekasi pada umumnya, agar mengedepankan budaya musyawarah, saling menghormati, serta menjaga ukhuwah di tengah perbedaan pilihan politik.
Keduanya juga mengapresiasi peran aparat keamanan, penyelenggara Pilkades, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berupaya menjaga ketertiban selama tahapan Pilkades berlangsung.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pesan positif bahwa sinergi antara tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan merupakan modal penting dalam mewujudkan Pilkades 2026 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai, serta kondusif, sehingga mampu melahirkan pemimpin desa yang amanah dan membawa kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
(Red)
