Pasuruan, -- Perum Bulog Kantor Cabang (Kanca) Malang telah menyalurkan 20 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar yang ada di wilayah Pasuruan dalam sepekan ini.
Pimpinan Perum Bulog Kanca Malang, Muhammad Nurjuliansyah Rahman, mengatakan pendistribusian beras SPHP dilakukan secara bertahap 9 dan 11 September 2026 mendatang. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan beras medium di pasar sekaligus memberikan alternatif kepada konsumen ketika harga beras premium mengalami kenaikan di pasaran.
“Dalam minggu ini ada 20 ton. Hari ini dan Jumat kita bagi dua,” kata Nurjuliansyah. Rabu (9/09 2026) siang
Ia, menjelaskan penyaluran SPHP menyasar sejumlah titik pedagang pasar di Kota Pasuruan. Berdasarkan daftar distribusi yang disampaikan, pasar yang menjadi sasaran antara lain Pasar Gadingrejo, Pasar Karangketug, Pasar Besar, dan Pasar Kebonagung. Beras tersebut disalurkan melalui toko maupun pedagang yang menjadi bagian dari jaringan distribusi.
“BULOG kanca Malang terus memastikan beras SPHP tersedia dan tersalurkan kepada masyarakat. Kami mengoptimalkan penyaluran ke pasar dan ritel agar pasokan tetap tercukupi serta masyarakat dapat memperoleh beras dengan mudah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Nurjuliansyah
Dalam data distribusi yang disebutkan, kuantum beras SPHP tercatat mencapai 20.000 kilogram atau setara 20 ton. Masing-masing pedagang memperoleh jumlah berbeda, berkisar antara 500 kilogram hingga 1.000 kilogram. Penambahan pasokan ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan beras dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Nurjuliansyah, secara tegas mengatakan bahwa kabar mengenai sulitnya memperoleh beras SPHP tidak mencerminkan kondisi persediaan yang dikuasai Bulog. Ia menyebut, stok masih tersedia dan distribusi ke pasar justru sedang diperkuat agar pasokan lebih mudah dijangkau konsumen.
“Kami sudah perintahkan untuk gelontorkan beras SPHP ke beberapa pasar. Jadi kalau ada isu beras SPHP langka, itu hanya isu. Tidak ada kelangkaan, stoknya ada dan kami terus salurkan ke pasar,” ungkapnya
Penyaluran dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat distribusi melalui pasar dan jaringan ritel di berbagai wilayah Pasuruan. Langkah ini dilakukan agar beras SPHP dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
BULOG Kanca Malang juga terus memantau perkembangan kebutuhan dan penyaluran beras di sejumlah kabupaten/kota. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku pasar, jaringan ritel, serta pemangku kepentingan terkait turut diperkuat.
Lebih lanjut Menurut Nurjuliansyah, langkah tersebut diperlukan untuk mendukung efektivitas program SPHP sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Pasuruan.
BULOG Kanca Malang menegaskan akan terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP ke pasar dan ritel sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan bagi masyarakat.
Sementara itu, salah satu pedagang pasar di Kebonagung mengatakan adanya tambahan pasokan tereebut, dinilai penting oleh pedagang. Pemilik Toko Bu Narti di kawasan Pasar Kebonagung. Ia menilai beras SPHP menjadi salah satu pilihan bagi konsumen, dengan harga lebih rendah dibandingkan beras premium.
“Dengan adanya beras SPHP, masyarakat punya pilihan beras dengan harga yang lebih terjangkau. Yang penting pasokannya terus ada sehingga pembeli tidak kesulitan mendapatkannya,” kata Gufron suami bu Sunarti
Penguatan distribusi beras SPHP tersebut diharapkan mampu menjaga akses masyarakat terhadap beras medium dengan harga tetap terkendali. Bagi masyarakat, keberadaan pasokan yang terjaga bukan sekadar persoalan angka distribusi. Ketersediaan beras SPHP di pasar menjadi bagian penting dari kebutuhan sehari-hari, terutama untuk menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali. Karena itu, BULOG cabang Malang memastikan penyaluran akan terus dilakukan secara berkala agar kebutuhan pangan masyarakat di Pasuruan dan daerah sekitarnya tetap terlayani. (Ich)
