Viral.!! Pemberitaan Kecewa Bonus Atlet Porprov, Anggota Komisi ll DPRD: Desak Walikota Lakukan "Radikal Break".


Pasuruan, --  mediarakyatnusantara.online,- Polemik pengurangan bonus atlet peraih medali Porprov IX Jawa Timur 2025 di Malang Raya dan Kota Batu masih belum reda. Penurunan nominal bonus bagi atlet berprestasi ini disambut dengan rasa kecewa oleh para penerima reward. Atlet menilai kebijakan tersebut dapat menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga daerah, khususnya dalam upaya pembinaan dan peningkatan prestasi ke depan.

Pasalnya, untuk bisa mencapai podium tertinggi dalam ajang multievent olahraga terbesar di Banua, para atlet harus melalui proses panjang dan penuh pengorbanan. Selain menjalani latihan intensif dalam waktu lama, tidak sedikit atlet yang harus mengeluarkan biaya sendiri demi menunjang performa.

Sebagian atlet bahkan terpaksa merogoh kocek pribadi untuk membeli vitamin hingga membeli peralatan bertanding secara mandiri. Hal ini dilakukan demi memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah di ajang Porprov.

Menanggapi viral kekeceawaan atlet tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Mukhamad Yasin, mendesak kepala daerah melakukan perombakan total didalam birokrasi saat ini, Ia menilai lambatnya respons pemerintahan terhadap berbagai persoalan yang ada.

Pernyataan itu disampaikan Yasin saat ditemui di kediamannya, Sabtu (28/2/2026) sore. Ia mengaku prihatin terhadap kondisi tata kelola pemerintahan yang dianggap belum berjalan maksimal belakangan ini, terlebih terkait pemangkasan bonus atlet prestasi.

Menurutnya, kesepakatan pembahasan anggaran antara banggar dengan Tim anggaran sebelumnya, tidak mengarah pada pengurangan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya sektor olahraga. Ia menyebut terdapat efisiensi sekitar Rp 2 miliar yang seharusnya difokuskan untuk kepentingan masyarakat.

.“Kalau ingin serius membenahi, harus ada Radical Break, perombakan total,” tegasnya.

Yasin menilai, persoalan muncul karena kurang cepatnya respons pimpinan daerah dalam mengoordinasikan organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim internal. Kondisi tersebut terlihat sekarang, akhirnya membuat sejumlah program tidak berjalan optimal.

Yasin menggambarkan pemerintahan saat ini, seperti kendaraan baru dengan sopir baru akan tetapi masih pakai mesin lama. Menurutnya, perubahan kepemimpinan tidak akan efektif tanpa pembaruan sistem dan sumber daya manusia yang kompeten.

Ia juga menyoroti masih adanya pengaruh pola lama dalam tata kelola birokrasi. Karena itu, Ia mendorong perombakan menyeluruh di setiap bidang agar memiliki semangat dan kapasitas baru.

Meski mengakui kepala daerah memiliki visi misi dan cita-cita pembangunan yang tinggi, Ia menganggap dukungan teknis dan pendamping di internal masih belum sejalan. Tanpa pembenahan struktur, kata dia, target visi dan misi lima tahun ke depan sangat sulit tercapai.

“Rombak total dan perbarui dengan tim yang punya kompetensi di bidangnya masing-masing,” tuturnya.

Ia, juga menyoroti bahwasannya yang terjadi di dalam pemerintahan daerah saat ini masih menjalankan tugas dengan setengah hati.

"Pimpinan birokrasi harus menegaskan kembali fungsi masing-masing perangkat daerah, agar tidak bekerja setengah hati dalam menjalankan tugas pemerintahan." pungkasnya (Ich)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak