Pasuruan – mediarakyatnusantara.online, - Beberapa video dari pegiat sosial Ayik Suhaya yang belakangan ini viral di media sosial mendapat tanggapan dari Ketua LSM Gajah Mada Nusantara Kota Pasuruan. Secara prinsip, pihak LSM menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap bentuk kepedulian Ayik kepada warga Kota Pasuruan. Namun, mereka juga memberikan masukan agar kritik yang dilontarkan didasarkan pada data yang lebih komprehensif dan akurat.
Ketua LSM Gajah Mada Nusantara, Misbakhul Munir mengatakan bahwa langkah turun langsung ke masyarakat adalah hal yang positif. Namun, pihaknya merasa perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar di ruang publik tetap berimbang, khususnya berkaitan dua isu utama yakni penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pengalihan kendaraan di Jalur LingkarvSelatan ( JLS)
Menurutnya polemik yang beredar di media sosial, pihaknya memaparkan sudut pandang dan temuan mereka di lapangan sebagai penyeimbang informasi
Dalam salah satu videonya, Ayik Suhaya menyoroti kondisi sebuah rumah warga yang dinilai sangat tidak layak huni. Ia melontarkan kritik bahwa pemerintah seolah "buta dan tuli" serta abai terhadap kondisi warganya.
Menanggapi narasi tersebut, pihak LSM Gajah Mada Nusantara mengklarifikasi bahwa fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
"Warga yang bersangkutan diketahui telah berkali-kali menerima bantuan dari Pemerintah Kota Pasuruan," ujar Misba sapaan akrab Ketua Gajah Mada Nusantara, Selasa +23/6/2026)
Menyoal kritik terhadap manajemen pengalihan arus lalu lintas yang berujung pada tudingan kepada kepala daerah, Ketua LSM Gajah Mada Nusantara mengingatkan masyarakat mengenai batasan wewenang instansi. Ia menegaskan bahwa kebijakan lalu lintas tersebut merupakan kewenangan spesifik dari Satlantas Kota Pasuruan dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, serta turut diketahui oleh Dishub Kota Pasuruan.
Selanjutnya, Ketua LSM Gajah Mada Nusantara memberikan catatan khusus terkait cara penyampaian pendapat di ruang publik.
Dia menyayangkan narasi dalam setiap video yang kerap diakhiri dengan kesimpulan yang membebankan seluruh kesalahan kepada Wali Kota Pasuruan, bahkan hingga memunculkan desakan agar Wali Kota mundur karena dinilai tidak mampu.
Menurut pandangan LSM Gajah Mada Nusantata, niat baik dan kegiatan turun ke masyarakat yang sudah sangat positif di awal, sebaiknya tidak diakhiri dengan opini yang terkesan mendiskreditkan satu pihak secara sepihak atau tendensius. .
"Wali Kota Pasuruan, Bapak Adi Wibowo, pada dasarnya tidak anti-kritik. Silakan sampaikan kritik demi kemaslahatan dan kemajuan Kota Pasuruan. Jangan istilahnya menebar kebencian kepada Wali Kota," pesan Ketua LSM Gajah Mada Nusantara menutup pernyataannya.
Melalui tanggapan ini, diharapkan ruang diskusi publik di Kota Pasuruan dapat terus berjalan dengan kritis dan membangun, serta selalu mengedepankan objektivitas fakta di lapangan. (Ich)
