Pasuruan — Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Acara yang digelar di gedung kesenian Darmoyudo wujut komitmennya terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, Kamis (23/07/2026). Kegiatan ini tak sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang ekspresi sekaligus panggung pembuktian potensi generasi muda.
Ratusan pelajar dari jenjang TK hingga SMP se-Kota Pasuruan terlibat aktif dalam agenda tersebut. Mereka menampilkan beragam kreativitas, mulai dari marching band, pencak silat, tari kreasi, polisi cilik, drama, hingga fashion show dan band pelajar. Suasana berlangsung semarak, menampilkan energi dan bakat anak-anak yang menjadi wajah masa depan kota.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi), hadir langsung bersama Ketua TP PKK, Pj Sekda, jajaran kepala OPD, serta para guru dan wali murid. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa isu anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, melainkan urusan bersama lintas sektor.
Dalam momentum tersebut, Pemkot Pasuruan juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Sains Nasional (OSN), serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), baik di tingkat kota maupun provinsi. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi sekaligus dorongan bagi anak-anak untuk terus berkembang.
Mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, peringatan HAN tahun ini diarahkan sebagai ruang pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya tampil, tetapi juga belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, hingga keberanian mengekspresikan diri di ruang publik.
Di luar gedung acara, geliat ekonomi lokal turut dihadirkan melalui puluhan stan UMKM yang menjajakan beragam produk kuliner dan kerajinan. Kehadiran stan ini sekaligus menghubungkan kegiatan anak dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Mas Adi menegaskan, peringatan Hari Anak Nasional harus dimaknai lebih dalam, bukan sekadar agenda seremonial.
“Hari Anak Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa anak adalah aset berharga bangsa. Mereka harus diberi ruang seluas-luasnya untuk tumbuh sesuai potensi dan minatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai penampilan dan prestasi yang ditunjukkan anak-anak Pasuruan menjadi bukti bahwa investasi pada pendidikan karakter dan kegiatan positif harus terus diperkuat.
“Yang kita lihat hari ini bukan hanya hiburan, tetapi proses pembentukan karakter. Di sinilah anak-anak belajar disiplin, percaya diri, dan berkolaborasi,” tegasnya.
Melalui peringatan HAN 2026, Pemerintah Kota Pasuruan berharap lahir generasi yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing. Anak-anak Pasuruan diharapkan menjadi bagian penting dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. (Ichwan)

