Pasuruan — mediarakyatnusantara.online,+ Kepala Bidang Perdagangan, Mulyono, memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah Pasuruan dalam kondisi aman. Untuk komoditas beras, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, sementara distribusi minyak goreng mengacu pada Perum Bulog.
“Untuk stok beras kami berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Sedangkan minyak goreng kami mengacu ke Bulog agar distribusi tetap lancar,” ujar Mulyono.
Ia juga menegaskan bahwa harga bahan pokok secara umum masih dalam kondisi stabil.
“Alhamdulillah, harga masih dalam kondisi aman dan baik-baik saja. Tidak ada lonjakan signifikan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah juga akan menggelar operasi pasar di Pasuruan pada 25 Februari mendatang guna menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Ada operasi pasar tanggal 25 sebagai bentuk intervensi agar harga tetap terkendali,” tambahnya.
Fakta di Lapangan: Sejumlah Harga Terpantau Naik
Meski mulyono menyatakan kondisi relatif aman, pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan adanya kenaikan pada beberapa komoditas.
Di beberapa pasar, harga beras medium terpantau naik antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram dibanding pekan sebelumnya. Minyak goreng kemasan yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.000–Rp15.000 per liter, kini dijual di angka Rp16.000–Rp17.000 per liter di sejumlah lapak.
Selain itu, komoditas lain seperti gula pasir dan telur ayam ras juga mengalami kenaikan tipis, masing-masing sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram.
Pedagang menyebut kenaikan terjadi karena meningkatnya permintaan serta faktor distribusi dari pemasok.
“Memang ada kenaikan sedikit dari agen, jadi kami menyesuaikan,” ujar salah satu pedagang di pasar tradisional Pasuruan.
Sementara itu, Siti (43), salah satu ibu rumah tangga yang ditemui saat berbelanja, mengatakan harga kebutuhan pokok mulai terasa naik dibanding pekan sebelumnya.
“Kalau dibilang stabil, mungkin di data iya. Tapi di pasar rasanya naik. Minyak goreng sekarang sudah Rp16 ribu lebih, beras juga naik sedikit. Buat kami tetap terasa,” ujarnya Siti, Jum'at (20/2/2026)
Hal serupa disampaikan Rukayah (38), warga lainnya.
“Belanja sekarang harus benar-benar dihitung. Telur, gula, minyak, semua naik sedikit-sedikit. Kalau dikumpulkan ya lumayan juga,” cetusnya.
Perlu Pengawasan dan Intervensi
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun stok secara umum tersedia, dinamika harga di tingkat pasar tetap terjadi. Operasi pasar yang dijadwalkan pada 25 Februari diharapkan mampu menekan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus melakukan monitoring harga secara rutin serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar stabilitas pasokan dan harga bahan pokok tetap terjaga di tengah fluktuasi permintaan pasar. (Ich)
