DPC GM -- FKPPI Pasuruan bersama Atlet dan Pelatih, Tuntut Besaran Bonus Porprov Seperti Dulu dan Donasi Atlet.


Pasuruan, --  mediarakyatnusantara.Online, - wan Pimpinan Cabang  Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (DPC GM-FKPPI) Pasuruan bersama perwakilan pelatih dan atlet olahraga Kota Pasuruan, menggelar aksi protes di depan Kantor Wali Kota Pasuruan. Mereka menuntut bonus atas prestasi olahraga yang dipotong drastis dan segera dicairkan, karena hingga kini belum cair.

Dari pantauan puluhan massa membawa poster serta karangan bunga yang ditujukan kepada Walikota Pasuruan yang berisi bela sungkawa terhadap Walikota, Disparpora dan KONI Pasuruan serta tuntutan atas janji pemerintah kepada artis yang berprestasi. 


Diketahui para atlet tersebut sudah meraih sebanyak 36 medali olahraga di kejuaraan pekan olahraga provinsi (Porprov) IX tahun 2025 dengan janji bonus seperti tahun sebelumnya, medali emas sebesar Rp 30 juta, medali perak sebesar Rp 20 juta dan medali perunggu sebanyak Rp 10 juta.

"Para atlet sudah bersusah payah ada yang sampai bonyok hingga ada yang patah tulang demi mengharumkan nama Kota Pasuruan. Namun apa yang mereka dapat setelah bersusah payah memperjuangkan prestasi ini, hanya janji-janji palsu," ujar koordinator aksi, Ayi Suhaya, SH., saat ditemui usai aksi, Senin (2/3/2026).

Ayi menegaskan bila Walikota Pasuruan merasa tidak mampu menjadi pemimpin lebih baik mundur. , Ia menilai Walikota tidak mampu memimpin, masalahnya untuk hal seperti ini saja sampai viral di televisi nasional.

"Ini masalah generasi muda berprestasi, kalau ke geberasi berprestasi saja tidak ada apresiasi, terus mau dibawah kemana negara ini. Janji politik waktu kampanye seperti barang rosokan, omong kosong.!!" ujarnya

Ia juga menyebut bagaimana bisa terwujud Indonesia Emas di tahun 2045, jika generasinya dibohongi sama pemimpinnya sendiri. "Mereka generasi bangsa yang mengharumkan nama daerahnya melalui olahraga, jangan dibunuh karakternya," imbuhnya

Ayi juga menyinggung terkait dugaan dugaan korupsi di pemerintahan daerah, Ia berharap para penegak hukum bekerja secara profesional dan akuntabel. "Untuk kepolisian, kejaksaan dan KPK segera usut jika ditemukan dugaan kongkalikon, ingat mereka pernah dipanggil KPK itu bentuk warning untuk semua." tandasnya. 

Sementara itu, Wahyu, perwakilan pelatih atlet mengungkapkan bahwasannya kami hanya meminta bonus para atlet dan pelatih diberikan sesuai yang pernah dijanjikan dulu. 

"Peraih medali emas Rp 30 jt, medali perak Rp 20 jt, medali perunggu sebesar Rp 10 jt sedangkan untuk pelatih peraih emas Rp 10 jt, peraih perak Rp 5 jt dan perunggu sebesar Rp 3 jt," ungkapnya. 

Ia berharap bonus tersebut segera dicairkan jangan ditunda tunda. Masa hanya simbolis seperti itu, cairnya nanti 3 bulan kemudian. (Ich)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak