Pasuruan - mediarakyatnusantara.online,- Pemerintah melalui Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi lapangan terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur III di Kota Pasuruan, Jumat, (24/2026) siang. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres proyek pembangunan tersebut.
Hasil peninjauan menunjukkan progres pembangunan di lokasi tersebut berjalan cukup baik, meski masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu segera diselesaikan.
Verifikasi dipimpin Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares. Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas pemerintah pusat dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan bagi anak-anak keluarga prasejahtera.
Berdasarkan hasil Hasil peninjauan menunjukkan progres pembangunan di lokasi tepatnya di Wironini, Kelurahan Purworejo tersebut berjalan cukup baik, meski masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu segera diselesaikan. Progres proyek saat ini telah mencapai 21,98 persen. Pemerintah menargetkan progres fisik meningkat hingga 45 persen pada bulan Mei mendatang, agar keseluruhan pekerjaan dapat diselesaikan sebelum 20 Juni 2026.
“Prinsipnya kita harus optimistis. Pada 20 Juni pekerjaan harus selesai karena program ini tinggal dua bulan lagi. Semua pihak harus bersama-sama menyukseskan,” ujar Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares
Ia meegaskan percepatan pengerjaan menjadi hal krusial mengingat waktu penyelesaian yang semakin terbatas. Pengawasan terhadap pelaksanaan proyek juga diminta diperkuat guna mengejar deviasi progres yang masih terjadi.
Proyek ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sehingga fasilitas Sekolah Rakyat dapat digunakan pada awal Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru 2026/2027.
“KSP terus mendukung proses ini dan memastikan target penyelesaian sesuai rencana. Kami juga akan melakukan pengawalan baik tehnik maupun notehnik, sehingga fasilitas ini bisa digunakan sesuai jadwal,” katanya.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program prioritas nasional. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut diharapkan memberi dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
“Pemkot Pasuruan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program prioritas nasional ini. Kami akan terus memantau, bersinergi, dan berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Kementerian Sosial, agar target pembangunan tercapai sesuai rencana,” ujar Adi.
Di sisi lain, Project Manager Nindya Karya, Krisma, menjelaskan proyek senilai Rp213,251 miliar itu melibatkan sekitar 808 tenaga kerja. Pengerjaan dilakukan secara intensif, termasuk pada malam hari, untuk mengejar target penyelesaian.
Meski demikian, pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah kendala. Krisma menyebut kenaikan harga dan keterbatasan pasokan solar berdampak pada proses produksi material. Selain itu, akses menuju lokasi proyek yang hanya memiliki lebar jalan sekitar lima meter menjadi tantangan distribusi logistik.
Sekolah Rakyat Jatim III dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu mulai jenjang SD, SMP hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa. Kompleks pendidikan tersebut akan dilengkapi asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, serta fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, basket, dan jogging track.
Seluruh fasilitas ditargetkan dan dipergunakan pada awal Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.(Ich)

