Jakarta, 23 Juni 2026 – mediarakyatnusantara.online,- Forum Betawi Rempug (FBR) berharap Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) semakin aktif dalam menjalankan fungsi deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) seiring peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) FKDM ke-20.
Harapan tersebut disampaikan dalam perayaan HUT FKDM tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat yang digelar di GOR Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2026).
Menurut FBR, usia ke-20 tahun menjadi momentum bagi FKDM untuk semakin matang dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, FBR juga mendorong terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara FKDM dan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga Jakarta.
Sebelumnya, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menginstruksikan seluruh anggota FKDM di tingkat kelurahan maupun kecamatan agar lebih aktif menyerap informasi dari masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.
"Saya instruksikan kepada seluruh anggota FKDM di tingkat kelurahan maupun tingkat kecamatan untuk aktif menyerap informasi langsung dari lapangan, selalu paham mengenai deteksi dini yang memetakan potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) di lingkungan terkecil masyarakat," ujar Arifin saat memberikan sambutan pada acara tersebut.
Menanggapi hal itu, Ibrahim yang mewakili pimpinan FBR menyatakan dukungannya terhadap langkah FKDM dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini di tengah masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, FKDM, aparat keamanan, dan unsur masyarakat menjadi kunci dalam menjaga Jakarta tetap kondusif.
Menurut Ibrahim, sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan diplomasi nasional, Jakarta membutuhkan tingkat keamanan dan stabilitas yang tinggi. Karena itu, menjaga dan membangun Jakarta tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
"Sebagai pusat episentrum pemerintahan, bisnis, dan diplomatik, Jakarta menuntut tingkat kondusivitas yang tinggi. Membangun Jakarta harus dilakukan secara kolektif. Tidak ada lagi superman, yang ada adalah super team. Semua pihak harus ikut berperan serta dalam menjaga dan menata Jakarta," kata Ibrahim.
FBR berharap momentum HUT FKDM ke-20 dapat semakin memperkuat semangat kolaborasi antar-lembaga dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mewujudkan Jakarta yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh warganya.
+red)
