PARITTIGA, BANGKA BARAT - hMEDIARAKYATNUSANTARA.ONLINE -* Konflik lahan kembali memanas di Kabupaten Bangka Barat. Sebuah kebun karet produktif yang telah dikuasai warga sejak 18 tahun lalu, sejak tahun 2007, diduga diporak-porandakan tanpa izin oleh oknum warga Dusun Jebu Darat, Kecamatan Parittiga.
Korban sekaligus narasumber, CK alias Ciku, warga Dusun Jebu Darat, mengaku kaget saat mendapati kebun miliknya yang sudah berisi tanam tumbuh pohon karet, tiba-tiba rata dengan tanah.
Lahan tersebut diduga digusur oleh oknum berinisial T, warga Dusun Jebu Darat. Penggusuran dilakukan tanpa permisi, tanpa musyawarah, dan tanpa penyelesaian ganti rugi tanam tumbuh
*KETERANGAN NARASUMBER / PEMILIK LAHAN:*
Menurut keterangan langsung dari CK selaku pemilik tanah sekaligus narasumber, lahan tersebut sudah dibeli secara sah sejak tahun 2007.lahan tersebut seluas 5,3 Htr.yang sudah digusur oleh inisial T berkisar kurang lebih 4Htr. Lebih yang tersisa paling setengah hetaran,jelas nya
"Ini kebun saya, saya beli dari tahun 2007 sudah ada tanam tumbuh karetnya. Tiba-tiba sudah digusur tanpa permisi sama Tatang. Janjinya mau diganti rugi, sampai sekarang tidak ada penyelesaian," tegas CK.
Lebih lanjut CK mengungkapkan fakta mengejutkan soal kayu hasil gusuran tersebut.
*"Ini keterangan narasumber, kayunya itu digesek dan diambil FI oleh inisial T sebesar Rp 300 ribu per kubik. Kayu punya saya diambilin, lahan saya diporak-porandakan, tapi saya belum dapat ganti rugi sepeserpun,"* ungkap CK dengan nada kecewa, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan dokumentasi video di lapangan, kondisi kebun terlihat memprihatinkan. Lahan habis ditebang, pohon karet tumbang berserakan, dan lokasi sudah rata menjadi tanah coklat.
Atas kejadian ini, CK berharap pemerintah desa, Kecamatan Parittiga, dan Aparat Penegak Hukum segera turun ke lokasi untuk mengusut tuntas dugaan penyerobotan dan pengrusakan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, oknum terlapor berinisial T belum berhasil dikonfirmasi.
*Tim Redaksi - Media Rakyat Nusantara Online*
(Jusriadi)
