Pasuruan, -- Menteri Sosial, Saifullah Yusuf akrab disapa Gus Ipul menghadiri kegiatan Open House Tahun Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi Jawa Timur 3 Kota Pasuruan pada Jumat (17/07/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengenalkan sistem pendidikan inklusif yang dirancang khusus untuk mengentas kemiskinan di Kota Pasuruan.
Acara open house ini bertujuan memberikan kesempatan bagi calon siswa, orang tua, tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah untuk melihat langsung perkembangan pembelajaran anak didik di Sekolah Rakyat.
Kedatangan Mensos, Gus Ipul bersama rombongan disambut meriah oleh penampilan memukau dari siswa-siswi SRMP 28 Kota Pasuruan. Para siswa menunjukkan keberanian dan talenta mereka melalui berbagai penampilan pembacaan puisi, pidato dalam tiga bahasa asing (Inggris, Arab, dan Jepang), hingga paduan suara.
Turut hadir dalam kegiatan open house Sekolah Rakyat, Anggota DPR RI Komisi VIII, H. Syaiful Nuri, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota Pasuruan, Nawawi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Forkopimda, staf khusus Kemensos, Camat dan Lurah serta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat.
Dalam sambutannya, Gus Ipul mengatakan bahwa Sekolah Rakyat memiliki mekanisme yang sangat berbeda dari sekolah konvensional, karena tidak dibuka melalui pendaftaran terbuka, melainkan lewat penjangkauan langsung (outreaching
“Saya ingin sampaikan bahwa di Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menjangkau keluarga yang memenuhi kriteria,” ujar Gus Ipul.
Selain itu Sekolah Rakyat merujuk prinsip pandang kawan. Melalui pendekatan ini, elemen masyarakat dan petugas sosial di lapangan saling memandang, mendata, dan menjangkau anak-anak kurang mampu agar kembali ke bangku sekolah.
Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat dikembangkan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan yang terintegrasi. Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengintervensi anak melalui jalur pendidikan berkualitas, tetapi juga memberdayakan orang tua mereka.
“Diharapkan ketika anaknya nanti lulus, orang tuanya juga naik kelas secara ekonomi, sehingga mereka bisa mandiri dan tidak perlu menerima bansos lagi,” harapnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat, yakni perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi dan radikalisme. la memastikan sanksi tegas akan diberikan kepada siapa pun yang melanggar ketentuan tersebut.
Melalui percepatan program ini, pemerintah berharap semakin banyak anak Indonesia dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan layak demi membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kolaborasi pemerintah pusat dan berkomitmen untuk terus menyukseskan program Sekolah Rakyat yang menjadi harapan baru bagi fasilitas pendidikan yang ada di Kota Pasuruan.
"Alhamdulillah, sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahannya cukup luar biasa. Atas nama Pemkot, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya," ucapnya
la berharap Sekolah Rakyat ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak serta para orang tua yang selama ini belum tersentuh oleh fasilitas pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik.
“Bisa kita saksikan bersama-sama hari ini Sekolah Rakyat bangunannya sangat megah, bahkan menjadi salah satu bangunan termegah di Kota Pasuruan,” ujar Adi.
Adi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membimbing para siswa Sekolah Rakyat hingga menjadi anak-anak yang hebat.
“Kita harus bersyukur saat ini kita saksikan anak-anak kita dengan penampilannya yang sangat luar biasa. Mari kita bersama-sama menjaga dan mendukung keberlanjutan program ini,” tutupnya. (Ich)

