SLB Negeri 1 Kota Pasuruan Deklarasi Sebagai Sekolah Ramah Anak.


Pasuruan, – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kota Pasuruan menggelar deklarasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) dan dan Sekolah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Rabu (15/7/2026). Program tersebut menjadi wujud langkah nyata membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan sekaligus memperkuat pendidikan berkarakter dan ketahanan pangan bagi peserta didik.

Deklarasi dihadiri Ketua TP PKK Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo akrab dipanggil Bunda Ani, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Erwan Tjahjono, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Ezzamir Wardana, kepala sekolah, guru, penyuluh pertanian, serta para siswa.

Bunda Ani menyampaikan Pemerintah Kota Pasuruan mengapresiasi inovasi yang dikembangkan SLB Negeri 1 Kota Pasuruan. Menurutnya, sekolah tersebut berhasil menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi.

"Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan, kami bangga karena SLBN 1 Kota Pasuruan telah mewujudkan Deklarasi SIKAP dan Sekolah ASRI," ucapnya

Ia menilai perubahan lingkungan sekolah menjadi bukti keseriusan seluruh warga sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Fasilitas pendukung yang tersedia juga dinilai mampu menunjang proses belajar sekaligus melatih kemandirian siswa.

Lebih lanjut, Bunda Ani turut memberikan apresiasi kepada siswa SLBN 1 Kota Pasuruan yang meraih Juara Favorit pada ajang yang digelar Kadin, Dekranasda, dan Cak Ning Kota Pasuruan. Prestasi tersebut dinilai menunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus mampu bersaing ketika memperoleh pembinaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Erwan Tjahjono mengatakan Program Sekolah ASRI dirancang untuk membiasakan siswa menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, bergotong royong, dan merawat lingkungan sejak dini. 

"Kami ingin karakter peduli lingkungan tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan setiap hari di sekolah," ujarnya.

Ia menambahkan Program SIKAP melengkapi pendidikan berkarakter dengan memperkenalkan pentingnya ketahanan pangan melalui kegiatan yang aplikatif. 

"Harapannya peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi generasi yang mandiri, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan," ungkap Erwan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama, dilanjutkan peninjauan kolam budidaya ikan lele dan nila yang dikelola sekolah. Seluruh tamu kemudian mengikuti penanaman bibit pohon serta tanaman produktif berupa cabai, tomat, dan terong sebagai simbol penguatan ketahanan pangan.

Acara juga diisi penampilan seni dari para siswa serta pameran produk kerajinan tangan hasil karya peserta didik yang menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan di sekolah. (Ich)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak