Aktivitas Tambang Timah Ilegal di Laut Keranggan–Tembelok Diduga Masih Berlangsung, Nelayan Pertanyakan Ketegasan APH


BANGKA BARAT, Medairakyatnusantara. Online - Aktivitas penambangan timah ilegal di perairan Keranggan dan Tembelok kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat pesisir. Meski aparat penegak hukum (APH) telah berkali-kali melakukan penertiban, bahkan empat hari lalu Direktorat Polairud Polda turun langsung melakukan razia dan pemasangan plang larangan, aktivitas tambang ilegal tersebut diduga masih tetap berlangsung secara diam-diam.

Kondisi ini memicu kemarahan dan keresahan para nelayan tradisional yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut di kawasan tersebut. Mereka menilai aktivitas tambang ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga telah merusak ruang hidup masyarakat pesisir.

Air laut yang sebelumnya jernih kini disebut semakin keruh, titik tangkap ikan terus berkurang, dan hasil melaut para nelayan mengalami penurunan drastis akibat aktivitas tambang yang diduga tetap beroperasi di area tangkap nelayan.

Salah satu perwakilan nelayan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa lantaran berbagai upaya penertiban dinilai belum mampu menghentikan aktivitas para penambang ilegal.

“Kemana lagi kami harus mengadu pak, sedangkan razia dan pemasangan plang larangan pun masih tidak digubris oleh para penambang. Kami ini hidup dari laut, kalau laut rusak bagaimana nasib keluarga kami,” ungkapnya kepada wartawan.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan di lapangan. Pasalnya, setiap kali razia dilakukan, aktivitas tambang memang sempat berhenti. Namun tidak lama setelah aparat meninggalkan lokasi, aktivitas tersebut disebut kembali muncul.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang diduga bermain di belakang aktivitas tambang ilegal tersebut, sehingga para pelaku seolah tidak pernah takut terhadap tindakan hukum.

Wartawan mengonfirmasi terkait persoalan tersebut kepada Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. Dalam keterangannya, Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan di kawasan tersebut.

“Tidak ada aktivitas sama sekali, kami sudah bentuk tim untuk mengawasi area lokasi tersebut. Nanti ditangkap kalau memang ada aktivitas tersebut,” tegas Kapolres. 


(Jusriadi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak