Pasuruan, — Ketahanan pangan bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan jaminan ketersediaan bahan pokok di meja makan rakyat. Guna memastikan hal tersebut, pemerintah menggelar inspeksi maraton selama tiga hari berturut-turut pada 22–24 Mei. Fokusnya tegas: mengawal penyaluran cadangan pangan dari hulu di wilayah Malang, hingga memastikannya mengalir lancar ke wilayah penyangganya seperti Pasuruan.
Gebrakan pengawasan ini dimulai pada 22 Mei di Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang. Bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), tim terjun langsung memonitor penyaluran Bantuan Pangan (Banpang). Langkah ini menjadi verifikasi faktual untuk memastikan beras cadangan pemerintah benar-benar mendarat tepat sasaran di tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tanpa hambatan atau pemotongan.
Sehari setelahnya, 23 Mei, pengawasan diperketat dengan menelusuri urat nadi distribusi dari berbagai tingkatan:
Tingkat Eceran & Grosir: Tim mengecek langsung pergerakan harga di Pasar SP2KP Bunulrejo dan meninjau kelancaran pasokan di distributor "Rejekiku".
Tingkat Produksi: Inspeksi dilanjutkan dengan melihat proses giling dan stok di penggilingan padi "Pangan Sembada Raya".
Benteng Cadangan (Hulu): Hari kedua ditutup dengan kunjungan ke Gudang Bulog Kebonagung, Kabupaten Malang, guna memvalidasi ketersediaan stok fisik beras yang dikelola negara.
Menyikapi hasil pantauan di lapangan tersebut, Kepala Bulog Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, menegaskan kesiapan instansinya sebagai garda depan stabilitas pangan daerah.
"Stok di gudang Bulog Kebonagung kami pastikan sangat aman dan mencukupi untuk meng-cover kebutuhan penyaluran Bantuan Pangan maupun percepatan distribusi SPHP. Kami tidak hanya mengamankan ketersediaan fisik, tapi juga terus mendorong percepatan serapan dan perluasan jaringan penyaluran hingga ke tingkat pengecer, agar fluktuasi harga di pasaran bisa segera diredam," tegas Nurjuliansyah.
Kesiapan Bulog Cabang Malang menjadi angin segar yang dampaknya terasa melintasi batas daerah. Ketersediaan stok yang solid di Gudang Bulog Kebonagung tidak hanya mengamankan pasokan warga Malang, tetapi juga menjadi tumpuan strategis bagi wilayah tetangganya, yakni Pasuruan.
Terjaganya distribusi hulu di wilayah Malang memastikan aliran beras ke Pasuruan tetap deras. Hal ini bersinergi erat dengan langkah proaktif Pemda dan Satgas Pangan Pasuruan yang tiada henti menggencarkan inspeksi ke pasar-pasar dan mitra penyalur untuk menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET). Sinergi lintas teritorial ini menjadi bukti nyata bahwa intervensi stok di lumbung Malang berimplikasi langsung pada terkendalinya inflasi di jantung Pasuruan.
Rangkaian pemantauan maraton ini kemudian dikunci dengan rapat evaluasi komprehensif pada 24 Mei. Evaluasi ini secara khusus membedah efektivitas tiga instrumen andalan pemerintah: penyaluran Bantuan Pangan (Banpang), intervensi stabilisasi via SPHP Beras, serta kelancaran distribusi SPHP Jagung guna menyelamatkan harga pakan di tingkat peternak.
Lewat estafet pengawasan yang ketat dari Malang hingga Pasuruan, pemerintah mengirimkan pesan transparan: hak pangan masyarakat akan terus dikawal. (Ich)
