Pasuruan, – Danone Indonesia menggandeng sejumlah mitra menggelar Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren, Jawa Timur bertajuk “Mengalirkan Kebaikan: Akses Air
Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia” di Pesantren Ngalah, Ds. Sengonagun, Kec. Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa
Timur. Kamis (8/1/2026).
Kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyongsong Hari Santri 2026 ini diharapkan
menjadi ruang kolaborasi antara pesantren, pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan
masyarakat untuk mendorong peningkatan akses air bersih, sanitasi layak, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.
Akses terhadap air bersih dan sanitasi masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (BPS) , akses sanitasi layak secara nasional pada 2024 mencapai 83,60%, yang berarti masih terdapat sekitar 45,4 juta masyarakat yang belum memiliki akses sanitasi layak. Hampir 25 juta penduduk juga disebut belum menggunakan toilet, sementara baru sekitar 7% air limbah domestik yang diolah secara aman.
Tantangan tersebut juga dirasakan di lingkungan pesantren. Indonesia memiliki lebih dari 34.000
pondok pesantren dengan jutaan santri yang tinggal dalam sistem asrama. Data dari survei yang dilakukan oleh Serikat Ekonomi Pesantren pada tahun 2024 terhadap 210 pondok pesantren di wilayah Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menunjukkan baru sekitar 54% pesantren memiliki akses air bersih layak, sementara hanya 38% yang memiliki fasilitas sanitasi memadai.
Kondisi hunian yang padat, penggunaan fasilitas secara bersama, serta perlunya penguatan
edukasi PHBS membuat akses air bersih dan san itasi menjadi bagian penting dalam mendukung lingkungan belajar yang sehat dan produktif bagi santri .
Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia,
Karyanto Wibowo mengatakan Pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran dan pembentukan
karakter yang memberikan pengaruh besar bagi masyarakat.
"Karena itu, upaya menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak tidak hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga
menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diteladani oleh para santri serta
diteruskan kepada keluarga dan komunitas disekitarnya," ujar Karyanto Wibowo saat memberikan sambutan acara Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren, di Ponpes Ngalah, Kabupaten Pasuruan (8/10/2026)
Karyanto menambahkan melalui kolaborasi ini, festival akses air bersih dan sanitase ponpes ini menjadi titik balik terwujudnya gerakan Pesantren Lestari.
"Kami berharap semakin banyak pesantren yang dapat membangun lingkungan yang sehat sekaligus menjadi agen
perubahan yang menginspirasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas .” ujar Imbuhnya
Sebagai bagian dari komitmen Danone Indonesia melalui Danone Impact Journey, Program Air Bersih dan Sanitasi telah memberikan manfaat kepada lebih dari 500.000 jiwa di berbagai wilayah di Indonesia. Program tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup edukasi PHBS, pengelolaan lingkungan, serta penguatan tata kelola berbasis komunitas termasuk pesantren di dalamnya.
Dalam pelaksanaannya, Danone Indonesia berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, seperti Yayasan Sinergi Ekosistem Pesatren (SEP) sebagai jaringan pemberdayaan pesantren dan
Water.org yang menghadirkan inovasi skema pembiayaan melalui program Water Credit . Skema tersebut ditujukan untuk membuka akses pembiayaan yang terjangkau bagi pesantren dalam membangun sarana air bersih dan sanitasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Executive Director for Southeast Asia Water.Org, Yuniar Restanto menjelaskan ketika
sebuah pesantren memiliki akses air bersih dan sanitasi yang memadai, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para santri, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
"Melalui Water Credit, kami ingin membuka jalan bagi pesantren untuk mengakses pembiayaan yang membantu mewujudkan fasilitas air dan sanitasi yang aman, layak, dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa investasi pada air dan sanitasi adalah investasi bagi masa depan generasi yang lebih sehat dan produktif .” ungkapnya.
Santri sebagai Agen Perubahan, Festival yang dihadiri sekitar 3.500 peserta ini melibatkan santri Pesantren Ngalah, perwakilan
pesantren di sekitar Kabupaten Pasuruan, pemerintah daerah, LSM , komunitas lokal, serta lembaga keuangan.
Kegiatan mencakup talkshow serta pameran edukasi yang mencakup materi nutrisi, hidrasi sehat dan sumber daya air berkelanjutan .
S al ah satu agenda utama festival adalah pengukuhan Duta Santri BESTARI (Bersih, Sehat, Tangguh, dan Mandiri), yaitu para santri terpilih yang akan menjadi agen perubahan dan
penggerak perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.
Para Duta Santri B ESTARI diharapkan mampu menginspirasi sesama santri untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya
akses air bersih, sanitasi yang layak, serta praktik higiene sehari -hari sebagai bagian dari
pembentukan karakter dan budaya hidup sehat di pesantren.
Sementara itu, Ketua Dewan Pesantren Pasuruan, KH. Tantowie Abdullah Siradj, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan kolaborasi ini.
"Kami menyambut baik penyelenggaraan Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi ini sebagai wujud nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas hidup santri dan lingkungan pesantren. Event ini sebagai
bagian dari Hari Santri Nasional 2026, semoga melalui event ini kita bisa menjadikan santri yang lebih sehat," tuturnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan sebagai wadah yang menghimpun pesantren di Kabupaten Pasuruan akan terus mendukung kegiatan seperti ini.
"Kami terus mendorong kemitraan yang produktif antara pesantren, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan pesantren yang sehat, mandiri, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan lingkungan ." tegas KH. Tantowie Abdullah Siradj
Sementara itu, Wakil Bupati, K.H. Muhammad Shobih Asrori, S.H., akrab disapa Gus Shobih, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan Terima kasih. Pesantren menjadi salah satu perhatian utama Pemkab Pasuruan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mengembangkan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas kehidupan santri.
"Kami berterimakasih dan mengapresiasi kolaborasi yang digerakan oleh Danone Indonesia. Karena itu, Pemerintah Kabupaten dan Pesantren tidak dapat bergerak sendiri
dibutuhkan kolaborasi dan untuk pembiayaaan fasilitas air bersih yang menunjang operasional
pesantren," ujarnya
"Kami berharap langkah ini dapat menciptakan santri -santri yang tangguh, santri yang
hebat, yang kelak akan menjadi pemimpin -pemimpin di masa depan" imbuh Gus Shobih
Melalui kolaborasi lintas sektor, Danone Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berkelanjutan sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai agen perubahan menuju masyarakat Indonesia yang lebih sehat. (Ich)

