Dituduh Gelapkan Motor, Dwi Berikan Klarifikasi: "Motor Saya Amankan Agar Tidak Hilang"


MENTOK, BANGKA. Media rakyat nusantara. Online –  Menanggapi Pemberitaan dari redaksi kejarfakta co serta laporan polisi yang dilayangkan oleh Yulita Afia Devi (alias Mak Geng) ke Polres Bangka Barat terkait dugaan penggelapan sepeda motor, Saudara Dwi akhirnya angkat bicara. 

Dwi memberikan klarifikasi mengenai duduk perkara yang sebenarnya terjadi dan membantah keras tuduhan bahwa dirinya membawa kabur kendaraan tersebut tanpa izin dan pertanggungjawaban.

Dalam keterangannya, Dwi memberikan penjelasan dari sudut pandangnya terkait persoalan tersebut. Ia berharap perkara yang kini menjadi perhatian publik tidak dinilai hanya berdasarkan satu versi keterangan, melainkan dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan penjelasan dari seluruh pihak yang terlibat.

Menurut Dwi, tudingan yang menyangkut nama seseorang tidak semestinya langsung diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti. Penjelasan dari pihak yang disebut dalam pemberitaan perlu mendapat ruang yang proporsional agar masyarakat memperoleh gambaran persoalan secara utuh.

Dwi menuturkan, peristiwa ini bermula ketika dirinya diajak untuk tinggal bersama di kontrakan Yulita (Mak Geng). karena saat itu Dwi baru datang ke bangka dan kebetulan main ke kontrakan Yulita(Mak Geng).dan ketika saat itu ybs kesehatanya dalam keadaan tidak baik baik saja.

Selama kebersamaan tersebut, hal apapun saling membantu. karna keadaan sama sama masih sulit. hingga suatu ketika sepakat  menyewa mobil untuk mengantar Yulita ke Belinyu hingga ke Pangkalpinang. Namun, permasalahan muncul karna ketidak jujuran Yulita(Mak Geng), mengenai masalah uang sewa kontrakan ternyata menunggak selama kurang lebih tiga bulan, hingga berujung pada kemarahan pemilik rumah.

Dwi menjelaskan bahwa pemilik kontrakan datang pada malam hari dan mengamuk serta meminta agar rumah tersebut segera dikosongkan keesokan harinya. Di tengah situasi panik dan desakan pengusiran tersebut, Dwi berinisiatif mengamankan sepeda motor milik Yulita yang berada di rumah.

"Motor itu sengaja saya amankan karena kami diusir dari kontrakan akibat menunggak sewa, saya takut motor itu hilang kalau ditinggalkan begitu saja di sana," ujar Dwi.

Ia juga menambahkan bahwa barang-barang milik Yulita lainnya terpaksa masih tertinggal di kontrakan tersebut karena situasi pengusiran yang mendadak, sementara dirinya harus pontang-panting mencari tempat baru untuk menampung barang-barang tersebut.

Terkait komunikasi, Dwi mengaku sudah berusaha menghubungi Yulita melalui pesan WhatsApp (WA) untuk mengabarkan bahwa dirinya diusir dri kontrakan dan motor dalam kondisi saya bawa dan aman,awalnya tidak ada masalah, komunikasi berjalan baik walau kadang saya emosi atas ketidak jujuran mengenai kontrakan trsebut awalnya selalu membahas tentang kesehatan Yulita(Mak Geng), bahkan rencana operasi pundaknya. sampai suatu ketika kami lost kontak, dan sempat berkomunikasi dengan pihak Pasi pers Kodim Bangka Selatan yang menanyakan keberadaan motor tersebut, dan Dwi menjawab dengan jujur bahwa motor itu ada pada dirinya dalam kondisi terawat bahkan diperbaiki.

Dwi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menguasai sepeda motor tersebut. Sejak awal, ia sudah menanyakan ke mana motor tersebut harus diantarkan. Pihak Dwi bahkan menawarkan agar motor tersebut dikirim menggunakan bus umum, namun ia masih terkendala biaya ongkos kirim dari Parittiga menuju Mentok dan sempat menunggu kejelasan kiriman dana transportasi dari Yulita.

Hingga saat ini, Dwi menyatakan tetap bertanggung jawab dan siap menyerahkan kembali sepeda motor tersebut kepada pemiliknya, serta meluruskan kesalahpahaman yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

(Jusriadi Team)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak