Pasuruan, -- mediarakyatnusantara.online,-- Ratusan calon siswa Sekolah Rakyat tingkat dasar, menengah pertama maupun menengah atas di Kota Pasuruan menjalani tes kesehatan secara gratis. Pemeriksaan menjadi syarat wajib yang harus dilengkapi sebelum masuk tahun ajaran baru dimulai, Rabu (01/07/2026). Kegiatan ini untuk semua anak dapat belajar dalam kondisi sehat.
Sebanyak 208 calon siswa dari keluarga prasejahtera mengikuti tahapan pemeriksaan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026. Mereka merupakan anak-anak yang telah mendapatkan rekomendasi melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pekerja sosial sebagai calon penerima manfaat program Sekolah Rakyat tahun ini.
Jumlah tersebut, meliputi 90 siswa yang akan menempuh pendidikan jenjang SMA, 90 siswa dijenjang SMP, dan 28 siswa jenjang SD. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan calon peserta didik sebelum mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kepala SRMP 28 Pasuruan, Yuli Prihatini menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi calon siswa menjadi tahapan awal sebelum mereka masuk lingkungan asrama.
"Mulai hari ini, 1-3 Juli akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi 208 calon siswa Sekolah Rakyat. Tes kesehatan ini lengkap, pertama tes kebugaran, fisik, pemeriksaan telinga, gigi, hingga kulit semua lengkap pemeriksaannya. Bahkan ada wawancara terkait riwayat kesehatan anak-anak untuk mendeteksi penyakit berbahaya, karena mereka kan mau masuk asrama," ujar Yuli kepada wartawan disela sela pemeriksaan, Rabu (01/07/2026).
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini penting untuk memastikan bahwa para siswa dalam kondisi sehat dan mereka siap mengikuti proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat nantinya.
"Langkah ini dilakukan agar kondisi kesehatan seluruh peserta didik dapat diketahui lebih awal, sehingga mereka dipastikan harus dalam keadaan kondisi sehat dan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar," tutur Yuli.
Yuli menegaskan dalam pemeriksaan ini ditemukan calon siswa yang mengalami penyakit menular atau membutuhkan penanganan medis, pihaknya akan memberikan pendampingan hingga kondisi kesehatannya stabil dan bisa mengikuti pembelajaran.
“Bila memang terdeteksi awal ada penyakit yang membahayakan atau menular, harus disembuhkan terlebih dahulu. Siswa tersebut tidak diperkenankan masuk ke sekolah dulu, calon siswa disembuhkan dulu melalui proses ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang sudah berkolaborasi dengan Sekolah Rakyat,” terangnya
Selain itu, pihak sekolah bersama Dinas Sosial Kota Pasuruan juga tetap membuka peluang bagi masyarakat yang belum terdata, namun memenuhi kriteria sebagai calon penerima manfaat. Mekanisme pendaftaran susulan disiapkan agar seluruh anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.
Yuli mengatakan bahwa masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui Dinas Sosial maupun langsung datang ke SRMP28. Selanjutnya, tim pendamping PKH akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan calon siswa tersebut.
“Kalau ada keluhan masyarakat seperti ‘anak saya ingin masuk SR, bagaimana caranya?’, masyarakat boleh langsung meminta informasi ke Dinas Sosial setempat atau menjangkau informasi melalui kami. Nanti data akan diberikan ke Dinsos, dan tim PKH yang akan turun ke lapangan atau ke rumahnya untuk menyatakan anak tersebut layak atau tidak masuk Sekolah Rakyat,” terangnya.
Salah seorang Petugas dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kota Pasuruan mengatakan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan tahap akhir calon siswa, sebelum siswa akan mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat.
"Total keseluruhan saat ini 208 siswa, mudah-midahan tidak ada yang mengundurkan diri," ujarnya
Sementara itu, Ibu Salamah, orang tua salah seorang calon wali siswa asal Kecamatan Panggungrejo, turut mengantarkan anaknya untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut. Secara detail ia mengikuti dan menyimak penjelasan dari dokter yang memeriksa tentang kesehatan anaknya. la merasa sangat bersyukur anaknya masuk hingga dalam tahap seleksi akhir calon siswa Sekolah Rakyat.
"Terima kasih untuk pemerintah, ini tadi anak saya sudah diperiksa kesehatannya mulai tensi, tinggi badan, berat badan dan lain-lain. Semoga anak saya juga semangat untuk mulai kegiatan di sekolah nanti," ungkapnya
Ke depan, sekolah yang menaungi tiga jenjang pendidikan tersebut juga akan menggunakan nama baru, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi Jawa Timur 3. Perubahan nama ini diharapkan sejalan dengan penguatan layanan pendidikan, kesehatan, serta pendampingan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kota Pasuruan. (Ich)
